|
Kanker
Serviks
|
Servisitis
|
Polip Adenoma Serviks
|
|
1. Perdarahan
a. Bercak
atau perdarahan di luar masa haid, setelah berhubungan seksual atau setelah
masa menopouse.
b. Peradarahan
spontan dan nyeri panggul jika tumor sudah membesar dan metastase ke jaringan
sekitar.
2.Sekret
atau cairan abnormal
a. Bau
menyengat dan tidak enak.
3. Massa
di daerah uterus dan vagina . Besanya sesuai stadium.
a. Massa
keras tidakberaturan.
4. Gejala
Lain
a. anoreksia,
penurunan berat badan dan anemia.fraktur tulang
|
1. Perdarahan.
a. inflamasi,
lesi ulseratif, cacat atau sekret dari leher rahim. Perdarahan minimal.
2. Sekret
atau cairan abnormal
a. Flour
hebat dan banyak. berangsung lama
Warna putih
abu2 kental atau purulen dan berbau.
3. Tidak
ada massa.
4. Gejala-gejala
non spesifik seperti dispareuni (nyeri saat senggama), nyeri punggung, rasa
berat di panggul dan gangguan kemih.
|
1.
Perdarahan .
a. Perdarahan di luar siklus menstruasi,
Perdarahan setelah koitus, Perdarahan setelah menopause,
2.
Sekret atau
cairan abnormal.
a. Cairan keputihan abnormal berlebihan.
3.
Massa
a. Tampak sebagai
massa kecil, merah, dan tampak seperti jari yang keluar melalui kanal serviks
dan biasanya berukuran panjang 1-2 cm dandiameter 0,5-1 cm.
b. Umumnya, polip
ini teraba lunak bila dilakukan pemeriksaan menggunakan jari.
|
Minggu, 08 Mei 2016
TABEL PERBEDAN KANKER SERVIKS, SERVITIS DAN POLIP ADENOMA SERVIKS
Rabu, 01 Juli 2015
Mekanisme Bersin
Bersin merupakan
ekspirasi penuh dan tiba- tiba melewati rongga hidung dan terkadnag sedikit
melewati mulut. Bersin adalah respon tubuh yang dilakukan oleh membran hidung
ketika mendeteksi adanya irritan, bakteri dan kelebihan cairan yang masuk ke
dalam hidung, sehingga membersihkan rongga hidung tersebut.
Refleks bersin
Refleks bersin dapat
dipicu oleh rangsangan yang ringan sekalipun, pada lapisan hidung. Ketika
dirangsang, reseptor di lapisan hidung
mengirimkan impuls melalui saraf kranial kelima (CN V / saraf trigeminal) ke
pusat bersin di medula. Hal ini memicu refleks bersin yang mirip dengan refleks
batuk, dengan perbedaan adalah bahwa udara dipaksa keluar terutama melalui
hidung dengan menekan uvula.
Selasa, 02 September 2014
EMPAT MAKANAN PILIHAN SEBELUM TIDUR
1. White Meat Protein ( daging putih)
Daging putih merupakan hewan sumber protein seperti ayam dan kalkun serta telur -yakni pilihan terbaik makanan ( daging) sebelum ada tidur.Pencernaan protein yang lambat akan memberikan pelepasan asam amino yang berkelanjutan ,meningkatka rasa kenyang, meningkatkan metabolisme dan meragsang tuuh anda untuk mengeluarkan sekresi glukagon.Ayam kalkun mengandung konsentrasi asam amino triptofan tinggi,yang dapat membuat tidur anda nyenyak dengan efek relaksasi da kantuk.
kenapa bukan daging merar( kaming,sapi,domba dll)? berdasarkan penelitian di australia daging merah dapat meningkatkan respon insulin yang lebih tinggi dari pada pasta.dan bukan opsi yang terbaik buat anda..kenapa..kit
1. White Meat Protein ( daging putih)
Daging putih merupakan hewan sumber protein seperti ayam dan kalkun serta telur -yakni pilihan terbaik makanan ( daging) sebelum ada tidur.Pencernaan protein yang lambat akan memberikan pelepasan asam amino yang berkelanjutan ,meningkatka rasa kenyang, meningkatkan metabolisme dan meragsang tuuh anda untuk mengeluarkan sekresi glukagon.Ayam kalkun mengandung konsentrasi asam amino triptofan tinggi,yang dapat membuat tidur anda nyenyak dengan efek relaksasi da kantuk.
kenapa bukan daging merar( kaming,sapi,domba dll)? berdasarkan penelitian di australia daging merah dapat meningkatkan respon insulin yang lebih tinggi dari pada pasta.dan bukan opsi yang terbaik buat anda..kenapa..kit
Hemofilia
Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.
Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.
Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya.
Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.
Hemofilia A dan B
Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :
- Hemofilia A; yang dikenal juga dengan nama :
- Hemofilia Klasik; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah.
- Hemofilia kekurangan Factor VIII; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.
- Hemofilia B; yang dikenal juga dengan nama :
- Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada
- Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.
Bagaimana ganguan pembekuan darah itu dapat terjadi?
Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2). Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.
a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d. Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang - benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh.
Gambar 1
a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d. Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.
Gambar 2
Seberapa banyak penderita hemofilia ditemukan ?
Hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang - kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.
Siapa saja yang dapat mengalami hemofilia ?
Hemofilia tidak mengenal ras, perbedaan warna kulit atau suku bangsa.
Hemofilia paling banyak di derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier). Dan ini sangat jarang terjadi. (Lihat penurunan Hemofilia)
Sebagai penyakit yang di turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan tetapi pada kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya.
Tingkatan Hemofilia
Hemofilia A dan B dapat di golongkan dalam 3 tingkatan, yaitu :
Klasifikasi Kadar Faktor VII dan Faktor IX di dalam darah
Berat Kurang dari 1% dari jumlah normalnya
Sedang 1% - 5% dari jumlah normalnya
Ringan 5% - 30% dari jumlah normalnya
Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya, dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. Kadang - kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.
Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olah raga yang berlebihan.
Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka yang serius. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami perdarahan lebih pada saat mengalami menstruasi.
Gejala dan Pengobatan Hemofilia
Gejala yang mudah dikenali adalah bila terjadi luka yang menyebabkan sobeknya kulit permukaan tubuh, maka darah akan terus mengalir dan memerlukan waktu berhari-hari untuk membeku. Bila luka terjadi di bawah kulit karena terbentur, maka akan timbul memar/ lebam kebiruan disertai rasa nyeri yang hebat pada bagian tersebut. Perdarahan yang berulang-ulang pada persendian akan menyebabkan kerusakan pada sendi sehingga pergerakan jadi terbatas (kaku), selain itu terjadi pula kelemahan pada otot di sekitar sendi tersebut.
Gejala akut yang dialami penderita Hemofilia adalah sulit menghentikan perdarahan, kaku sendi, tubuh membengkak, muncul rasa panas dan nyeri pascaperdarahan, Sedangkan pada gejala kronis, penderita mengalami kerusakan jaringan persendian permanen akibat peradangan parah, perubahan bentuk sendi dan pergeseran sendi, penyusutan otot sekitar sendi hingga penurunan kemampuan motorik penderita dan gejala lainnya. Hemofilia dapat membahayakan jiwa penderitanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.
* Apabila terjadi benturan pada tubuh akan mengakibatkan kebiru-biruan (pendarahan dibawah kulit)
* Apabila terjadi pendarahan di kulit luar maka pendarahan tidak dapat berhenti.
* Pendarahan dalam kulit sering terjadi pada persendian seperti siku tangan, lutut kaki sehingga mengakibatkan rasa nyeri yang hebat.
Bagi mereka yang memiliki gejala-gejala tersebut, disarankan segera melakukan tes darah untuk mendapat kepastian penyakit dan pengobatannya. Pemberian transfusi rutin berupa kriopresipitat-AHF atau Recombinant Factor VIII untuk penderita Hemofilia A dan plasma beku segar untuk penderita hemofilia B. Terapi lainnya adalah pemberian obat melalui injeksi. Baik obat maupun transfusi harus diberikan pada penderita secara rutin setiap 7-10 hari. Tanpa pengobatan yang baik, hanya sedikit penderita yang mampu bertahan hingga usia dewasa. Karena itulah kebanyakan penderita hemofilia meninggal dunia pada usia dini.
Bila terjadi pendarahan/ luka pada penderita Hemofilia pengobatan definitif yang bisa dilakukan adalah dengan metode RICE, singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation.
- Rest. Penderita harus senantiasa beristirahat, jangan banyak melakukan kegiatan yang sifatnya kontak fisik.
- Ice. Jika terjadi luka segera perdarahan itu dibekukan dengan mengkompresnya dengan es.
- Compression. Dalam hal ini, luka itu juga harus dibebat atau dibalut dengan perban.
- Elevation. Berbaring dan meninggikan luka tersebut lebih tinggi dari posisi jantung.
Ada dua cara pengobatan Hemofilia, Pertama, terapi on demand yaitu terapi saat terjadi perdarahan menggunakan infus produk untuk menggantikan faktor pembekuan. Sedangkan yang kedua profilaksis adalah infus faktor ke delapan secara rutin untuk mempertahankan kadar minimum faktor VIII/IX dengan kadar konsentrasi untuk mencegah sebagian besar perdarahan
Perawatan bagi penderita Hemofilia
Penderita hemofilia juga harus rajin melakukan perawatan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan gusi secara rutin. Untuk pemeriksaan gigi dan gusi, dilakukan minimal 6 bulan sekali, karena kalau giginya bermasalah misal harus dicabut, tentunya dapat menimbulkan perdarahan. Selain itu penderita Hemofilia sedapat mungkin menghindari penggunaan aspirin karena dapat meningkatkan perdarahan dan jangan sembarang mengonsumsi obat-obatan. Untuk pelaksanaan operasi ringan hingga berat bagi penderita hemofila harus melalui konsultasi dokter.
Mengonsumsi makanan atau minuman yang sehat dan menjaga berat tubuh agar tidak berlebihan. Karena berat badan berlebih dapat mengakibatkan perdarahan pada sendi-sendi di bagian kaki (terutama pada kasus hemofilia berat). Olahraga secara teratur untuk menjaga otot dan sendi tetap kuat dan untuk kesehatan tubuh. Kondisi fisik yang baik dapat mengurangi jumlah masa perdarahan.
Sumber : http://www.hemofilia.or.id
Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.
Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.
Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya.
Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.
Hemofilia A dan B
Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :
- Hemofilia A; yang dikenal juga dengan nama :
- Hemofilia Klasik; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah.
- Hemofilia kekurangan Factor VIII; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.
- Hemofilia B; yang dikenal juga dengan nama :
- Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada
- Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.
Bagaimana ganguan pembekuan darah itu dapat terjadi?
Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2). Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.
a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d. Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang - benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh.
Gambar 1
a. Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari pembuluh.
b. Pembuluh darah mengerut/ mengecil.
c. Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh.
d. Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu, mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna, sehingga darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh.
Gambar 2
Seberapa banyak penderita hemofilia ditemukan ?
Hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang - kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.
Siapa saja yang dapat mengalami hemofilia ?
Hemofilia tidak mengenal ras, perbedaan warna kulit atau suku bangsa.
Hemofilia paling banyak di derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier). Dan ini sangat jarang terjadi. (Lihat penurunan Hemofilia)
Sebagai penyakit yang di turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan tetapi pada kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya.
Tingkatan Hemofilia
Hemofilia A dan B dapat di golongkan dalam 3 tingkatan, yaitu :
Klasifikasi Kadar Faktor VII dan Faktor IX di dalam darah
Berat Kurang dari 1% dari jumlah normalnya
Sedang 1% - 5% dari jumlah normalnya
Ringan 5% - 30% dari jumlah normalnya
Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya, dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. Kadang - kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.
Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olah raga yang berlebihan.
Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka yang serius. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami perdarahan lebih pada saat mengalami menstruasi.
Gejala dan Pengobatan Hemofilia
Gejala yang mudah dikenali adalah bila terjadi luka yang menyebabkan sobeknya kulit permukaan tubuh, maka darah akan terus mengalir dan memerlukan waktu berhari-hari untuk membeku. Bila luka terjadi di bawah kulit karena terbentur, maka akan timbul memar/ lebam kebiruan disertai rasa nyeri yang hebat pada bagian tersebut. Perdarahan yang berulang-ulang pada persendian akan menyebabkan kerusakan pada sendi sehingga pergerakan jadi terbatas (kaku), selain itu terjadi pula kelemahan pada otot di sekitar sendi tersebut.
Gejala akut yang dialami penderita Hemofilia adalah sulit menghentikan perdarahan, kaku sendi, tubuh membengkak, muncul rasa panas dan nyeri pascaperdarahan, Sedangkan pada gejala kronis, penderita mengalami kerusakan jaringan persendian permanen akibat peradangan parah, perubahan bentuk sendi dan pergeseran sendi, penyusutan otot sekitar sendi hingga penurunan kemampuan motorik penderita dan gejala lainnya. Hemofilia dapat membahayakan jiwa penderitanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.
* Apabila terjadi benturan pada tubuh akan mengakibatkan kebiru-biruan (pendarahan dibawah kulit)
* Apabila terjadi pendarahan di kulit luar maka pendarahan tidak dapat berhenti.
* Pendarahan dalam kulit sering terjadi pada persendian seperti siku tangan, lutut kaki sehingga mengakibatkan rasa nyeri yang hebat.
Bagi mereka yang memiliki gejala-gejala tersebut, disarankan segera melakukan tes darah untuk mendapat kepastian penyakit dan pengobatannya. Pemberian transfusi rutin berupa kriopresipitat-AHF atau Recombinant Factor VIII untuk penderita Hemofilia A dan plasma beku segar untuk penderita hemofilia B. Terapi lainnya adalah pemberian obat melalui injeksi. Baik obat maupun transfusi harus diberikan pada penderita secara rutin setiap 7-10 hari. Tanpa pengobatan yang baik, hanya sedikit penderita yang mampu bertahan hingga usia dewasa. Karena itulah kebanyakan penderita hemofilia meninggal dunia pada usia dini.
Bila terjadi pendarahan/ luka pada penderita Hemofilia pengobatan definitif yang bisa dilakukan adalah dengan metode RICE, singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation.
- Rest. Penderita harus senantiasa beristirahat, jangan banyak melakukan kegiatan yang sifatnya kontak fisik.
- Ice. Jika terjadi luka segera perdarahan itu dibekukan dengan mengkompresnya dengan es.
- Compression. Dalam hal ini, luka itu juga harus dibebat atau dibalut dengan perban.
- Elevation. Berbaring dan meninggikan luka tersebut lebih tinggi dari posisi jantung.
Ada dua cara pengobatan Hemofilia, Pertama, terapi on demand yaitu terapi saat terjadi perdarahan menggunakan infus produk untuk menggantikan faktor pembekuan. Sedangkan yang kedua profilaksis adalah infus faktor ke delapan secara rutin untuk mempertahankan kadar minimum faktor VIII/IX dengan kadar konsentrasi untuk mencegah sebagian besar perdarahan
Perawatan bagi penderita Hemofilia
Penderita hemofilia juga harus rajin melakukan perawatan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan gusi secara rutin. Untuk pemeriksaan gigi dan gusi, dilakukan minimal 6 bulan sekali, karena kalau giginya bermasalah misal harus dicabut, tentunya dapat menimbulkan perdarahan. Selain itu penderita Hemofilia sedapat mungkin menghindari penggunaan aspirin karena dapat meningkatkan perdarahan dan jangan sembarang mengonsumsi obat-obatan. Untuk pelaksanaan operasi ringan hingga berat bagi penderita hemofila harus melalui konsultasi dokter.
Mengonsumsi makanan atau minuman yang sehat dan menjaga berat tubuh agar tidak berlebihan. Karena berat badan berlebih dapat mengakibatkan perdarahan pada sendi-sendi di bagian kaki (terutama pada kasus hemofilia berat). Olahraga secara teratur untuk menjaga otot dan sendi tetap kuat dan untuk kesehatan tubuh. Kondisi fisik yang baik dapat mengurangi jumlah masa perdarahan.
Sumber : http://www.hemofilia.or.id
Senin, 25 November 2013
Urethritis
Urethritis
Urethritis adalah peradangan pada
uretra atau saluran kencing.
Penyebab
Penyakit Urethritis ini bisa disebabkan oleh oleh bakteri dan virus, diantara bakteri penyebab urethritis ini yaitu bakteri E coli, selain itu juga beberapa penyakit menular seksual seperti chlamydia, gonore bisa menjadi penyebab timbulnya urethritis ini. Sedangkan yang di sebabkan oleh virus yaitu herpes simplex dan cytomegalovirus.
Penyakit Urethritis ini bisa disebabkan oleh oleh bakteri dan virus, diantara bakteri penyebab urethritis ini yaitu bakteri E coli, selain itu juga beberapa penyakit menular seksual seperti chlamydia, gonore bisa menjadi penyebab timbulnya urethritis ini. Sedangkan yang di sebabkan oleh virus yaitu herpes simplex dan cytomegalovirus.
Selain bakteri dan virus, penyakit
urethritis ini juga bisa disebabkan karena cedera, cedera karena sensitif
terhadap bahan kimia yang digunakan pada spermisida atau jeli kontrasepsi
Anamnesis Yang di Perlukan Pada Passien Demam
Anamnesis
Identitas Pasien
-
Nama
-
Usia
-
Alamat
-
Status perkawinan
-
Pekerjaan
-
Riwayat pedidikan terakhir
Keluhan Pasien ( sekarang)
-
Keluhan utama
-
Onset dan durasi
Tatalaksana Demam dengue
Tatalaksana
Demam dengue
Pasien DD dapat berobat jalan, tidak perlu
dirawat. Pada fase demam pasien
Dianjurkan
· Tirah baring, selama
masih demam.
· Obat antipiretik atau
kompres hangat diberikan apabila diperlukan.
· Untuk menurunkan suhu
menjadi < 39°C, dianjurkan pemberian parasetamol. Asetosal/ salisilat tidak
dianjurkan (indikasi kontra) oleh karena dapat meyebabkan
gastritis, perdarahan, atau asidosis.
· Dianjurkan pemberian
cairan danelektrolit per oral, jus buah, sirop, susu, disamping air putih, dianjurkan
paling sedikit diberikan selama 2 hari.
· Monitor suhu, jumlah
trombosit danhematokrit sampai fase konvalesen.
Patofisiology Demam
Patogenesis Demam
Demam terjadi karena pelepasan pirogen endogen dari sel sel
leukosit. Pelepasan pirogen endogen dari leukosit dirangsang oleh pirogen
eksogen yang berasal dari mikroorganisme asing atau hasil reaksi imunologi yang
tidak berdasarkan suatu infeksi. Pirogen endogen terdiri dari sitokin
interleukin 1 (IL-1) dan IL-6, tumor necrosis factor-α (TNF-α), interferon-β
(IFN-β)
dan IFN-ϒ.
Piroge endogen meragasang hipotalamus untuk menghasilkan prostaglandin E2
(PGE2), yang kemudian menyebabkan perubahan set point engaturan suhu tubuh
(kliegman,et al, 2007).
Jumat, 06 September 2013
FAKTA Atau MITOS Mandi di malam hari bisa menyebutkan rematik ?
FAKTA
Atau MITOS Mandi di malam hari bisa menyebutkan rematik ?
“Jangan sering sering mandi malam, ntar kena ‘reumatik lho’”
Kata kata ini sudah tidak asing
di kalangan masyarakat kita, asumsi dan beberapa pengalaman kebanyakan
masyarakat kita bahwa mandi malam merupakan penyebab sakit reumatik.Dalam
pandangan medis, apakah hal ini merupakan
“Fakta atau Mitos”
Rematik (Arthritis)
adalah penyakit yang menyerang jaringan sendi ,otot dan tulang belakang dan
cenderung menahun.Biasanya menyerang daerah pergelangan kaki,lutut,siku dan
pinggang.Akibat dari rematik ini biasanya sendi,tulang , jaringan ikat dan otot
akan terasa nyeri dan kaku bahkan bengkak.Penyebabnya pun bisa bermacam macam
antara lain: Menurunya sistim kekebalan tubuh, sehingga bakteri penyebab radang
sendi menyerang. Gangguan metabolisme tubuh dan bebrapa faktor lain seperti
pengapuran tulang karena penuaan.salah posisis sendi saat beraktifitas,trauma
yang menimpa sendi,pola makan,kegemukan dll.
Mandi malam tidak ada hubunganya
dengan kejadian rematik, hal ini sejalan dengan kata kata yang disampaikan oleh
Prof. Dr. Handono Kalim, Sp.PDKR selaku indonesian rheumatology association
“tak ada kaitanya,itu hanya
mitos.Lebih baik mandi malam dari pada tidak sama sekali”
Kebanyakan pasien rematik
merupakan pasien yang berusia lanjut.Para ahli meyakini bahwa biang keroknya
nyeri sendi pada usia lanjut adalah asam urat.dan asam urat tidak berhubungan
dengan air dingin.Faktor asupan makanan memegang peranan penting keluhan
sendi.Hampir semua produk makanan ,kecuali buah buahan beresiko meningkatkan
level asam urat dalam darah.
Mandi malam tidak menyebabkan
nyeri rematik tapi mandi malam memperberat keluhan nyeri rematik ( yang telah menderita
rematik).Artinya bagi mereka yang sudah menderita rematik,tidak di anjurkan
mandi malam.Rasa dingin akan memperberat nyeri sendi.
Sabtu, 29 Juni 2013
Pengobatan
Anemia dengan Eritropoietin
FAKTOR FAKTOR PERTUMBUHAN HEMATOPOIETIK
FaKtor faktor pertumbuhan hematopoietik adalah
hormone glikoprotein yang mengatur ploriferasi dan diferensiasi bermacam macam
sel pembentuk darah di sumsum tulang. Faktor pertumbuhan pertama yang di
identifikasi disebut faktor perangsang
koloni, karena hormone ini dapat merangsang pertumbuhan koloni dari bermacam
macam sel pembentuk darah di sumsum tulang secara in vitro. Pada dekade yang
lalu , banyak dari faktor pertumbuhan ini telah dimurnikan dan di sintesis dan
Kamis, 06 Juni 2013
Laki laki indonesia menikah dengan perempuan barat tidak di sarankan dalam
hal medis, sedangkan wanita indonesia boleh menikah dengan pria barat,kenapa?
Beda rhesus darah
antara ibu dengan janin bisa berakibat fatal bagi janin. Sehingga penting
untuk mengenal rhesus darah.
Ada
tidaknya antigen (karbohidrat dan protein) dalam sel darah kita. Itulah yang membedakan rhesus positif dan rhesus
negatif. Disebut positif jika ada antigen dalam darah kita, dan bila tak ada
disebut rhesus negatif. Kabar baiknya, orang Indonesia yang termasuk ras Asia,
Minggu, 02 Juni 2013
Benarkah Mitos Penggunaan BH ( breas holding)/BRA Penyebab Kanker Payudara
Benarkah Penggunaan
BH ( breas holding)/BRA Penyebab Kanker Payudara
Berikut adalah beberapa rumor : Wanita yang biasanya memakai
bra selama 12 jam atau lebih sehari mengalami kanker payudara pada lebih tinggi
dibandingkan perempuan yang tidak pernah memakai bra. Dalam versi lain yang berbeda
dari rumor ini, bra bermasalah karena, ukuran yang ketat , bentuk yang buruk, atau memiliki kawat bra. Sebagai
akibat dari hal hal diatas , sistem getah bening payudara diblokir, menyebabkan akumulasi racun dalam
payudara - yang menyebabkan kanker payudara.
Rumor rumor tadi memiliki asumsi buruk: sistem getah bening payudara Anda
itu tidak mengalir ke bagian utama dari payudara Anda. Sebaliknya, sebagai
orang yang telah memiliki biopsi sentinel node dapat memberitahu Anda, sistem
getah bening mengalir keluar dari payudara ke kelenjar getah bening ketiak
Anda. Bra - bra kompresi( berkawat) - dapat mencegah sirkulasi darah dan getah
bening dari payudara Anda
Sumber yang dapat menguatkan asumsi dan rumor
Sabtu, 01 Juni 2013
Cara Menghilangkan Komedo dan Bintik Hitam
· Pasta Gigi –
Pasta gigi efektif dalam menghilangkan komedo ataupun bintik hitam. Oleskan
sedikit pasta gigi ke area yang di inginkan ( komedo), ratakan dan tunggu hingga 25 menit.
Kemungkinan anda akan mengalami rasa sedikit terbakar ( panas), jika terjadi
iritasi segera cuci dan bilas
· Tomat – Tomat memiliki
kandungan antiseptic alami yang bisa menghilangkan komedo atau bintik hitam.
Kupas dan lembekkan tomat yang berukuran agak kecil. Gunakan tomat tadi (
oleskan) ke komedo anda sebelum anda tidur. Biarkan tomat tadi tetap di hidung
anda ketika anda sedang tidur dan cuci muka anda ketika anda terbangun dari
tidur.
Langganan:
Postingan (Atom)






